Kawah Candradimuka Calon Pengusaha Properti Berintegritas

Indonesia Property and Bank
edisi 155 2018 halaman 52-53
oleh Fida & Irvan
---


SPECIAL AWARD
CONSULTANT & MATERIAL BUILDING

"THE FIRST SOCIAL ENTREPRENEURSHIP EDUCATION IN MARKETING AND PROPERTY DEVELOPMENT"

KAWAH CANDRADIMUKA CALON PENGUSAHA PROPERTI BERINTEGRITAS

Bisnis properti adalah sebuah bisnis yang memadukan dua unsur, keilmuwan dan karakter orang yang ada di dalamnya. Kedua hal ini yang menjadi kunci kesuksesan dalam pengembangan bisnis properti.

Hal tetsebut dimiliki Pesantren Properti, sebuah institu.si yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan dan pengembangan bisnis properti di Indonesia. Konsep bisnisnya yang coba meng-kolaborasikan antara pendidikan agama (akhlak) dengan konsep pengembangan diri, menjadikan pesantren properti salah satu institusi yang akan menjadi media penyeimbang dalam pengembangan bisnis properti yang bersifat konvensional.



Hingga memasuki tahun 2018, perkembangan pesantren properti di Indonesia memang berbeda dengan institusi pendidikan properti lain yang sudah ada sebelumnya. Dimana perbedaan yang mencolok dari pesantren properti adalah bahwa pesantren properti memberikan peluang sekolah gratis bagi anak-anak di negeri ini. Fasilitas yang diberikan oleh Pesantren Properti Indonesia meliputi bebas biaya pendidikan (program satu tahun nyantri), tempat tinggal, penempatan magang dan praktik, biaya akomodasi selama pendidikan, dan pemberian modal sebagai calon pengusaha di bidang properti. Tidak hanya fasilitas berupa fisik, akan tetapi pemberian muatan rohani dan ilmu A1-Qur'an dan Hadits menjadi nilai yang dijunjung tinggi dalam membentuk akhlak peserta didiknya.

Selain program satu tahun, Pesantren Properti Indonesia juga memberikan pelayanan berupa program pendidikan dan pelatihan (kursus jangka pendek) dengan muatan utama dalam bidang property development dan property marketing. Developer handal dan marketer properti handal banyak terlahir dari Pesantren Properti Indonesia. Yang menjadi keunikan dari program ini, selain muatan pendidikan yang memadai dan unggul, program yang ditawarkan dapat dinikmati oleh semua kalangan. Karena untuk bisa mengikuti program pendidikan dan pelatihan ini cukup dengan membayar sukarela tanpa membutuhkan dana yang besar.

Setiap bulannya, pesantren seluas 2 Ha yang berada di tepi Sungai Progo ini tidak pernah sepi peserta didik. Sedikitnya ada lima ratus orang dari berbagai provinsi di Indonesia yang belajar dan mengikuti program pendidikan dan pelatihan di sini. Program pendidikan dan pelatihan yang diberikan memiliki magnet tersendiri. Selain bisa belajar tentang property development dan property marketing, juga bisa menikmati panorama wisata "river and mountain viev" yang langsung bisa dilihat dari ruang kelasnya. Hampir setiap pendidikan dan pelatihan di Pesantren Properti Indonesia dilaksanakan di akhir pekan, maka tidak heran, jika peserta didik tidak sepi dan semakin bertambah.

Dedikasi Pesantren Property dalam turut andil membangun edukasi yang baik serta dengan sukarela mendidik anak-anak negeri dengan pendekatan pendidikan Islam, hati nurani, dan panggilan sosial. Inilah yang menjadikan Pesantren Properti memperoleh anugerah "The First Social Entrepreneurship Education in Marketing and Property Development" pada ajang Indonesia Property & Bank Award 2018 yang ke-12 di Hotel Mulia, DKI Jakarta.

Kesuksesan Pesantren Properti Indonesia tidak terlepas dari sosok pendiri sekaligus guru properti, Ir. H. Bambang Ifnurudin Hidayat. Berkat keuletan dan kesabaran yang beliau gelorakan membawakan hasil yang luar biasa. "Semua ini bisa diwujudkan karena support para santri Pesantren Property Indonesia dari seluruh pelosok negeri yang tak kenal lelah dan tulus untuk satu perjuangan yang sama, yaitu tanah untuk anak negeri," begitu penuturan dari sang pendiri.

Ke depan, Pesantren yang terletak di Sentolo, Kulonprogo, Jogia ini masih memiliki tanggung jawab yang cukup berat untuk terus mendidik anak-anak negeri tanpa kenal lelah, agar semakin sadar akan pentingnya ilmu agama dan properti di masa yang akan datang. Properti tanpa ilmu agama, maka akan lupa pada jati dirinya. Sementara ilmu agama tanpa ilmu properti, yang terjadi adalah agama akan terus dipinggirkan dan terusir.

Popular posts from this blog